Love Story
2016
Pertemuan Pertama
Pertemuan pertama kami terjadi di bangku SMA, tepatnya di hari pertama sekolah di SMAN 1 Padang Panjang. Takdir mempertemukan kami di kelas yang sama.
Kesan pertama Nabila terhadap Akhdi adalah sosok yang sangat ambisius, selalu cepat menjawab pertanyaan guru dan punya satu tujuan: menjadi juara satu. Nabila sendiri sebaliknya, tidak pernah menargetkan peringkat tertentu.
Namun semester pertama membawa kejutan bagi keduanya. Nabila yang justru meraih peringkat satu, sesuatu yang tidak disangka oleh Nabila sendiri, apalagi oleh Akhdi. Akhdi tidak menyangka bahwa orang yang mengalahkannya adalah teman sekelas yang selama ini tidak terlihat berambisi mengejar peringkat. Sejak saat itu, Akhdi punya misi baru: mengalahkan Nabila. Dan dari situlah persaingan kami dimulai.
2017
Rival yang Tak Disangka
Tahun berikutnya, persaingan kami menjadi sengit. Setiap ada presentasi di kelas, kami sering sengaja melontarkan pertanyaan sulit satu sama lain, berharap yang lain tidak bisa menjawab. Selalu ada saja alasan untuk membuktikan siapa yang lebih unggul.
Namun pada tahun ini, Nabila berhasil unggul di kelas dengan bertahan sebagai juara satu, sementara Akhdi unggul di berbagai kompetisi akademik dengan memenangkan sejumlah olimpiade. Kami berdua sama-sama menargetkan masuk ITB jalur undangan, oleh karena itu setiap pencapaian terasa seperti perlombaan kecil bagi kami.
Karena terlalu sering terlihat bersaing dan "berantem", teman-teman seangkatan punya kesimpulan sendiri: kami cocok. Dan entah sejak kapan, kami mulai sering dijodoh-jodohkan. Saat itu reaksi kami sama: kesal dan menyangkal.
2017–2018
Dari Rival Menjadi Teman
Menjelang akhir 2017, kami sama-sama mengikuti olimpiade Bahasa Jerman. Frau/Guru meminta kami menjadi partner latihan. Saat itu Akhdi sudah jauh lebih lancar berbahasa Jerman, dan hal itu justru membuat Nabila semakin terpacu untuk rajin berlatih.
Namun dari latihan-latihan itu lah, kami mulai lebih sering berbincang. Yang biasanya hanya sibuk berdebat dan saling mengalahkan di kelas, perlahan mulai bisa bertukar cerita dan bekerja sama. Teman-teman pun masih terus menjodoh-jodohkan kami, apalagi kami mulai lebih sering terlihat bersama. Anehnya, semakin sering menghabiskan waktu bersama, persaingan yang dulu sengit justru perlahan mereda.
Di penghujung masa SMA, kami sibuk memikirkan langkah masing-masing dan akhirnya memilih jurusan berbeda untuk kuliah di ITB.
2019–2022
Bertumbuh Bersama
Perjalanan membawa kami berdua diterima di ITB. Kesibukan masing-masing membuat kami sempat kehilangan kontak. Komunikasi mulai terjalin kembali saat Nabila meminta bantuan Akhdi untuk memperbaiki laptopnya yang tiba-tiba bermasalah.
Sejak saat itu, kami mulai saling bercerita tentang kuliah dan kesibukan masing-masing. Nabila beberapa kali mengajak Akhdi ikut lomba bersama karena menurutnya Akhdi selalu punya cara berpikir yang berbeda dan ide-ide out of the box.
Obrolan kami pun melebar ke berbagai hal, mulai dari soal kehidupan perkuliahan hingga diskusi tentang impian masing-masing. Sampai akhirnya di tahun 2022, Nabila mengajak Akhdi bergabung membangun sebuah startup. Perjalanan itulah yang akhirnya membuat kami semakin dekat serta semakin mengenal satu sama lain.
2023
Sebuah Komitmen
Setelah bertahun-tahun saling mengenal, kami akhirnya menyadari ada banyak hal yang membuat kami berjalan ke arah yang sama: mimpi, cara berpikir, hingga tujuan hidup yang ternyata selaras. Setelah menyelesaikan studi di ITB, kami mulai melihat hubungan ini dengan cara yang berbeda.
Yang awalnya hanya pertemanan dan kebersamaan dalam berbagai cerita, perlahan tumbuh menjadi sesuatu yang ingin kami jaga dan perjuangkan bersama. Di tahun ini, kami akhirnya memutuskan untuk saling memilih, saling mendukung, dan berkomitmen untuk terus tumbuh bersama dalam perjalanan yang baru. Bukan lagi sebagai dua orang yang kebetulan dipertemukan, tetapi sebagai dua orang yang memang memilih untuk berjalan bersama.
2026
Milestone Selanjutnya
Selama beberapa tahun bersama, kami sepakat untuk menikmati setiap proses dan menyelesaikan satu per satu hal yang ingin kami capai sebelum melangkah lebih jauh. Hingga akhirnya di tahun 2026, milestone-milestone yang selama ini kami rencanakan mulai tercapai.
Setelah sampai di titik yang kami harapkan, kami merasa sudah waktunya membawa hubungan ini ke langkah yang lebih serius. Kami akhirnya menyampaikan niat baik kepada kedua keluarga. Pertemuan kedua keluarga ini menjadi salah satu momen yang begitu berarti bagi kami, bukan hanya tentang mempertemukan dua insan, tetapi juga menyatukan doa, restu, dan harapan untuk perjalanan baru yang akan kami jalani bersama.
2027
Janji Suci
InsyaAllah pada hari Jumat, tanggal 12 Maret 2027, kami memilih Tanah Suci sebagai tempat untuk mengikat janji suci kami. Sebuah pilihan yang lahir dari doa dan mimpi yang telah tumbuh sejak lama: memberangkatkan orang tua menuju Baitullah, sekaligus memulai ibadah terpanjang kami sebagai suami dan istri di tempat yang penuh keberkahan.
Setelah perjalanan panjang yang membawa kami sampai di titik ini, kami berharap hari tersebut menjadi awal dari perjalanan baru yang penuh kebaikan. Dengan segala kerendahan hati, kami memohon doa agar setiap langkah menuju hari tersebut senantiasa diberikan kelancaran dan kemudahan. Aamiin.